Facebook

Rabu, 08 November 2017

Bunda

Tangisan Air mata Bunda

“Dalam Senyum kau sembunyikan letihmu
Derita siang dan malam menimpamu
tak sedetik pun menghentikan langkahmu
Untuk bisa Memberi harapan baru bagiku

Seonggok Cacian selalu menghampirimu
secerah hinaan tak perduli bagimu
selalu kau teruskan langkah untuk masa depanku
mencari harapan baru lagi bagi anakmu

Bukan setumpuk Emas yang kau harapkan dalam kesuksesanku
bukan gulungan uang yang kau minta dalam keberhasilanku
bukan juga sebatang perunggu dalam kemenanganku
tapi keinginan hatimu membahagiakan aku

Dan yang selalu kau berkata padaku
Aku menyayangimu sekarang dan waktu aku tak lagi bersama mu
aku menyayangi mu anak ku dengan ketulusan hatiku"

0 komentar:

Posting Komentar

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Rajin Menulis Puisi

Tulisan sejatinya ialah sarana untuk menuangkan segala unek-unek yang mandek di dalam hati dan pikiran. Banyak orang tak bisa mengungkapkan...