Facebook

Senin, 29 Januari 2018

Potret Negeri


Aku berdiri tegap menatap langit bangsaku,..biru, abu-abu,..lalu menghitam
Lukisan indah negeri ini berubah menjadi pemandangan penuh haru
Di setiap sudut bumi pertiwi menangis,..sedu sedan,..
Perut membuncit, raga hanya tersisa tulang yang sebentar lagi akan patah

Ibu pertiwi,.. aku tak pernah lagi melihat senyum indahmu
Tak jua kembali aku mendengar petuah-petuahmu
Yang ada kini kau membisu diantara keluh kesah anak negeri ini
Yang semakin hari semakin membuatmu nelangsa

Tanah airku tak lagi punya belantara, laut melepas, atau gunung menjulang
Panas, datar, bah, api, semuanya kini jadi warnamu
Menangisku hampir membakar pelupuk mata,..pilu,..sendu,..
Sementara sanubariku terpekur, tak sanggup lagi menatap dunia

Ibu pertiwi tiba-tiba menamparku, berkali-kali dan bertubi-tubi !
Sakit, perih, tapi aku merasakan kasih yang selama ini hilang ditelan kesombongan pangkat
Mataku terbelalak saat hutanku terbakar, gunungku meletus, dan lautku tercemar
Bah menelan tempat tinggal kami, asap membumbung menyesakkan dada

Rasanya seperti tak ada lagi waktu untukku terisak kembali
Menatap negeri tercinta dalam lingkaran kehancuran
Indonesia, aku tak ingin kehilangan tanah kelahiranku
Tanah yang akan dan selamanya menjadi tumpah darahku

Kurajut asa lukisan negeri ini hanya sepintas lalu,..
Berlalu,.. berlalu,..dan berganti potret abadi bersama Indonesia sejati
Biarlah nanti lukisan pedih tanah air ini terbingkai dalam kenangan
Karena cinta akan membawa kedamaian dan keamanan
Dimanapun,..Kapanpun,.. siapapun,..dan selamanya,..

0 komentar:

Posting Komentar

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Rajin Menulis Puisi

Tulisan sejatinya ialah sarana untuk menuangkan segala unek-unek yang mandek di dalam hati dan pikiran. Banyak orang tak bisa mengungkapkan...